BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menargetkan penambahan cadangan beras melalui penyerapan hasil panen petani lokal pada awal 2027.
Langkah ini disiapkan untuk menjaga kesinambungan stok sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan pihaknya masih menunggu potensi panen yang diperkirakan tersedia pada awal tahun depan. Hasil panen tersebut diharapkan dapat diserap untuk menambah persediaan beras yang dikuasai Bulog.
“Insyaallah awal tahun sudah ada panen sehingga kami bisa melakukan penambahan stok,” ujar Erwin saat ditemui di Gudang Bulog Palangka Raya pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Saat ini, Bulog Kalteng menguasai stok beras sekitar 12.000 ton. Persediaan tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Erwin menjelaskan, kebutuhan penyaluran beras hingga akhir 2026 diperkirakan mencapai sekitar 6.700 ton.
Perhitungan itu mencakup kebutuhan bantuan pangan pemerintah pusat sekitar 6.200 ton serta penyaluran beras SPHP sekitar 500 ton.
"Dengan stok yang tersedia, Bulog memperkirakan masih memiliki cadangan sekitar 5.000 hingga 6.000 ton setelah memenuhi kewajiban penyaluran sampai akhir tahun," katanya.
Meski demikian, penambahan stok melalui penyerapan panen tetap menjadi perhatian untuk menjaga keberlanjutan pasokan.
Penyerapan hasil panen petani lokal menjadi salah satu upaya Bulog dalam memperkuat cadangan beras. Ketersediaan hasil panen diharapkan membuka peluang penambahan persediaan tanpa hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Upaya tersebut juga penting untuk mendukung ketahanan pangan daerah, terutama dalam menghadapi kebutuhan penyaluran pemerintah yang berlangsung secara berkelanjutan. Dengan cadangan yang memadai, Bulog diharapkan dapat menjalankan penugasan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan beras di pasaran.
Namun, realisasi penambahan stok pada awal 2027 masih bergantung pada potensi dan waktu panen yang tersedia. Bulog Kalteng akan mencermati perkembangan produksi petani untuk menentukan peluang penyerapan sesuai kondisi di lapangan.
"Kami berharap panen pada awal tahun depan dapat menjadi momentum untuk memperkuat cadangan beras Bulog Kalteng," tuturnya.
Dengan demikian, stok tidak hanya mencukupi kebutuhan penyaluran hingga akhir 2026, tetapi juga memiliki tambahan pasokan untuk menghadapi kebutuhan pada tahun berikutnya.(TESTI PRISCILLA)









