BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah telah menyerap setara 13.500 ton beras hingga Oktober 2026. Capaian tersebut mencapai sekitar 86 persen dari target tahunan sebesar 15.800 ton dan telah melampaui realisasi penyerapan sepanjang 2025 yang tercatat 12.800 ton.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan pihaknya masih berupaya mengoptimalkan penyerapan hingga akhir Desember 2026 agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Alhamdulillah, sampai sekarang kita sudah mencapai 86 persen atau sekitar 13.500 ton. Pencapaian tahun ini sebenarnya sudah melebihi realisasi tahun lalu yang hanya mencapai 12.800 ton,” kata Erwin saat ditemui di Gudang Bulog Palangka Raya pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, Bulog menargetkan penyerapan setara 15.800 ton beras sepanjang 2026. Dengan capaian sementara tersebut, masih terdapat sekitar 2.300 ton yang perlu dikejar untuk memenuhi target hingga penghujung tahun.
Erwin berharap potensi panen petani di Kalimantan Tengah dalam sisa tahun ini masih dapat mendukung penambahan serapan Bulog. Ketersediaan hasil panen menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan peluang pencapaian target tersebut.
Namun, upaya penyerapan tidak terlepas dari kondisi produksi pertanian di lapangan. Adanya laporan petani mengalami gagal panen menjadi perhatian dalam melihat potensi gabah yang dapat diserap Bulog.
Meski demikian, Erwin belum merinci besaran dampak gagal panen terhadap jumlah gabah yang tersedia maupun realisasi penyerapan di wilayah Kalimantan Tengah. Bulog masih berharap terdapat hasil panen yang bisa dimanfaatkan untuk menambah cadangan beras.
Menurutnya, penyerapan hasil panen merupakan bagian penting dari upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah. Selain mendukung petani melalui penyerapan produksi, ketersediaan stok juga dibutuhkan untuk memenuhi berbagai penugasan Bulog, termasuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.
"Dengan realisasi yang telah melampaui capaian tahun lalu, Bulog Kalteng berharap penyerapan hingga Desember tetap berjalan sehingga target 15.800 ton dapat didekati atau tercapai," katanya lagi.
Perkembangan panen pada sisa tahun ini akan menjadi salah satu penentu tambahan pasokan yang bisa dihimpun.
Erwin menegaskan, Bulog akan terus mencermati potensi produksi di daerah untuk mengoptimalkan penyerapan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat cadangan beras sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









