BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda semak belukar dan kebun buah milik masyarakat di RT 01, Desa Ampah 2, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Selasa, 13 Oktober 2026. Kebakaran yang dipicu kondisi lapangan dengan tiupan angin kencang tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Tim gabungan Brigade Karhutla bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Pengembara Posko 1 dan 2, Pos Lapangan Karhutla Kecamatan Dusun Tengah, personel Polsek Dusun Tengah, Pemerintah Desa Ampah 2 serta warga setempat, bergerak melakukan pemadaman setelah menerima informasi dari masyarakat. Operasi pemadaman dimulai pukul 14.48 WIB dan berakhir pada pukul 17.17 WIB. Berdasarkan laporan petugas, seluruh area yang terbakar berhasil dipadamkan dengan perkiraan luasan mencapai satu hektare.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Barito Hilir, Zainal Abidin, mengatakan penanganan karhutla dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan untuk membatasi pergerakan api agar tidak meluas ke lahan perkebunan milik warga.
“Tim segera bergerak ke lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Upaya yang dilakukan adalah membatasi jalur perambatan api sekaligus melakukan pemadaman agar kebakaran tidak meluas ke area lainnya,” ujarnya.
Zainal menjelaskan, kondisi angin kencang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Tiupan angin membuat api lebih cepat merambat sehingga petugas harus bergerak cepat untuk mengendalikan kobaran api, terutama karena lokasi kebakaran berdekatan dengan kebun buah masyarakat.
Berdasarkan laporan lapangan, kebakaran terjadi pada vegetasi semak belukar dan kebun buah dengan kondisi tanah mineral serta lapisan gambut tipis. Tipe kebakaran meliputi kebakaran permukaan dan bawah permukaan. Lokasi tersebut berstatus area penggunaan lain (APL), dengan sumber air pemadaman berasal dari Sungai Karau yang berjarak sekitar 250 meter dari titik api.
Untuk mendukung operasi, petugas mengerahkan tiga mobil operasional, satu mesin pompa Honda 160GX berkekuatan 5 HP, selang penghantar, nozzle, konektor, serta perlengkapan pelindung dan komunikasi.
Zainal menegaskan, respons cepat dan kerja sama lintas unsur menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca dan angin berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Kami mengapresiasi keterlibatan seluruh personel dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman. Kewaspadaan tetap diperlukan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan merembet ke kebun warga maupun kawasan di sekitarnya,” katanya.
Hingga operasi berakhir pada pukul 17.17 WIB, kondisi di lokasi dilaporkan padam dengan perkiraan satu hektare lahan berhasil ditangani. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla di Barito Timur, khususnya saat kondisi lapangan memungkinkan api menyebar dengan cepat.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan kepada petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









