TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga melanda semak belukar dan kebun sawit di Jalan TPA Sampah Lenggang, Desa Lenggang, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Selasa, 13 Oktober 2026. Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan, dengan dua hektare di antaranya berhasil dipadamkan petugas.

Kepala KPHP Barito Hilir, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pemadaman dilakukan oleh personel gabungan setelah menerima informasi dari masyarakat. Tim mulai bergerak melakukan penanganan pada pukul 09.55 WIB hingga operasi pemadaman berakhir pukul 13.40 WIB.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Berdasarkan laporan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare dan sekitar dua hektare berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Pemadaman melibatkan Regu Masyarakat Peduli Api (MPA) Pengembara Posko 1 dan Posko 2, unsur Kecamatan Raren Batuah, petugas pemadam kebakaran pemerintah daerah, Brimob, masyarakat serta BKI. Seluruh personel bekerja bersama untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan petugas, area yang terbakar terdiri atas semak belukar dan kebun kelapa sawit. Kondisi tanah di lokasi merupakan tanah mineral dan bergambut sedang. Api diketahui membakar bagian atas vegetasi sekaligus merambat ke bagian bawah permukaan lahan sehingga memerlukan penanganan secara menyeluruh.

Salah satu kendala yang dihadapi tim pemadam adalah keterbatasan sumber air karena tidak tersedia titik air di sekitar lokasi kebakaran. Petugas mengandalkan kolam terdekat sebagai sumber air dengan jarak sekitar 200 meter dari titik api.

Untuk mendukung operasi pemadaman, tim mengerahkan dua unit mobil operasional, dua mesin pompa Honda 160GX berkapasitas 5 HP, dua selang hisap, 11 gulung selang penghantar berukuran 1,5 inci serta enam unit handy talky (HT). Petugas juga menggunakan masker sebagai perlengkapan pendukung selama bekerja di lapangan.

Zainal menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama berbagai pihak, terutama ketika api muncul di kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air. Informasi dini dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar petugas dapat segera menuju lokasi dan melakukan upaya pengendalian.

“Peran masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi apabila melihat kebakaran. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan terakhir tim pemadam, kondisi kebakaran di Jalan TPA Sampah Lenggang dinyatakan padam setelah operasi berlangsung selama hampir empat jam. Lokasi tersebut tercatat berada di kawasan areal penggunaan lain (APL).

Meski api telah berhasil dipadamkan, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi lahan yang terdiri atas semak belukar dan tanah bergambut sedang berpotensi menyulitkan penanganan apabila api kembali muncul. Masyarakat diimbau segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)