PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia atau Pengprov PODSI Kalimantan Tengah memanggil 19 atlet eks-Pekan Olahraga Nasional atau PON untuk dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung 2026 di Danau Cipule, Karawang, Jawa Barat, pada 24–30 November mendatang.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat pengurus yang dipimpin Wakil Ketua Umum Pengprov PODSI Kalteng, Chandra Asmara, bersama jajaran pengurus di Palangka Raya pada Selasa malam, 13 Oktober 2026.

Sebanyak 19 atlet yang disiapkan terdiri atas 13 atlet kategori canoeing dan enam atlet rowing. Seluruhnya dijadwalkan mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) di Rawa Ropi, Palangka Raya, mulai 18 Oktober hingga 15 November 2026.

Chandra Asmara menjelaskan, pemanggilan atlet eks-PON didasarkan pada rekam jejak dan indikator kemampuan yang telah tercatat di KONI Kalteng maupun PODSI Kalteng.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi pertimbangan untuk mengefisienkan jumlah kontingen yang akan diberangkatkan ke kejuaraan tingkat nasional tersebut.

“Seluruh agenda dan keputusan ini disepakati bersama oleh pengurus agar berjalan transparan dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” tegas Chandra.

Pengurus PODSI Kalteng kini menyiapkan pemanggilan resmi bagi atlet yang berada di luar daerah agar segera berkumpul di Palangka Raya. Pengurusan dispensasi juga dilakukan bagi atlet yang berstatus anggota TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, maupun pelajar.

Untuk mendampingi persiapan atlet, PODSI Kalteng menyiapkan tim pelatih. Kategori kayak atau canoeing akan ditangani Yanson, Lampung, dan Silo Gandie. Sementara kategori rowing dipercayakan kepada Bagyo Santoso, Hermadi, Akindo, Ketut Sukesna, dan Riano.

Kejurnas Dayung 2026 mempertandingkan dua disiplin utama, yakni rowing dan canoeing. Rangkaian rowing dijadwalkan berlangsung pada 24–27 November, sedangkan pertandingan canoeing digelar pada 28–30 November.

Melalui keikutsertaan dalam Kejurnas tersebut, PODSI Kalteng ingin mengukur kemampuan atlet menghadapi persaingan antardaerah sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan. Hasil kejuaraan diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat persiapan menuju agenda olahraga berikutnya. (TESTI PRISCILLA/j)