PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ustadz Ahmad Al-Habsyi mengajak para muslimah di Kalimantan Tengah memperbanyak zikir sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon pertolongan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ajakan tersebut disampaikan dalam tausiah pada Pengajian Rutin Gabungan Muslimah di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah.

Ahmad Al-Habsyi menjelaskan keutamaan zikir dengan merujuk pada kitab Tanqih al-Qaul al-Hatsits bi Syarh Lubab al-Hadits karya ulama asal Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani.

Menurutnya, zikir menjadi salah satu amalan sederhana yang dapat dilakukan umat Islam untuk memperkuat keimanan dan mengharapkan keberkahan dari Allah SWT.

“Zikirnya adalah Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir ini memiliki keutamaan yang luar biasa ketika kita kumandangkan,” jelasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh jamaah berzikir dan berdoa agar kabut asap yang melanda Kalimantan Tengah segera berakhir serta hujan yang membawa keberkahan segera turun.

“Kita minta kepada Allah dengan kekuatan zikir ini, mudah-mudahan Kalimantan Tengah segera diturunkan hujan, asap dan kabut segera hilang, serta Allah SWT menghadirkan pertolongan bagi kita semua,” ucapnya.

Ahmad Al-Habsyi mengingatkan doa menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam, termasuk sebagai dukungan spiritual bagi pihak-pihak yang sedang berupaya menangani karhutla.

“Jangan biarkan para pejuang yang sedang bekerja di lapangan berjuang sendirian. Kita bantu dengan kekuatan doa. Karena yakinlah, doa memiliki kekuatan yang luar biasa,” pesannya. (HERMAWAN DP/Y)