PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya mendapatkan jatah penyaluran 75 ton beras premium dari Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah bersama Bank Indonesia. Diketahui menyalurkan 150 ton beras premium melalui program fasilitasi distribusi pangan untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi di daerah.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan distribusi tersebut menyasar tiga wilayah, yakni Kota Palangka Raya sebanyak 75 ton, Kabupaten Kapuas 25 ton, dan Kabupaten Kotawaringin Timur 50 ton.

“Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi antardaerah, serta menjaga stabilitas harga,” ujar Erwin kepada Borneonews pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Menurut Erwin, penyaluran beras premium menjadi penting untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan di tengah kondisi harga yang masih perlu dikendalikan. Terlebih, beras merupakan salah satu komoditas yang turut memengaruhi perkembangan inflasi di Kalimantan Tengah.

Untuk wilayah Palangka Raya, beras akan didistribusikan melalui sejumlah titik penjualan, di antaranya Pasar Kahayan, Pasar Besar, dan kantor Bulog. Penyaluran ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan.

Erwin menyebutkan, harga beras yang dipasarkan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.400 per kilogram. Dengan harga tersebut, masyarakat diharapkan mendapatkan akses terhadap beras premium tanpa terbebani kenaikan harga yang berlebihan.

Ia memperkirakan pasokan sebanyak 150 ton tersebut berpotensi cepat terserap pasar. Karena itu, keberlanjutan pasokan menjadi perhatian agar upaya menjaga stabilitas harga tidak hanya berlangsung dalam jangka pendek.

“Ini mungkin 150 ton bisa cepat habis. Untuk November, semoga masih bisa bertahan,” ujarnya.

Erwin mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan beras premium untuk Kalimantan Tengah masih menghadapi kendala infrastruktur. Pasalnya, daerah ini belum memiliki sarana yang memadai untuk mendukung pengolahan atau produksi beras premium secara optimal sehingga pasokan masih perlu didatangkan dari luar daerah.

Salah satu sumber pasokan yang disebutkan adalah Makassar, Sulawesi Selatan. Kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan jarak antardaerah cukup jauh turut menjadi tantangan dalam proses distribusi, termasuk kebutuhan dukungan transportasi darat maupun air.

Karena itu, Erwin menilai program fasilitasi distribusi pangan memiliki peran penting untuk membantu kelancaran penyaluran beras dari daerah asal ke wilayah pemasaran. Melalui dukungan tersebut, diharapkan biaya distribusi dapat lebih terkendali sehingga stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta unsur terkait, termasuk TNI dan Polri, yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Erwin berharap kerja sama lintas sektor terus berlanjut guna memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/H)