BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah gambut yang memiliki tantangan pemadaman lebih kompleks.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, penanganan karhutla di wilayah gambut tidak mudah dan membutuhkan dukungan berkelanjutan.
“Diperlukan kerja sama semua pihak dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Linae dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Linae menyampaikan, Presiden RI memberikan apresiasi terhadap upaya penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait.
Pemerintah pusat pun menyatakan dukungan untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di wilayah gambut.
Salah satu bentuk dukungan yang direncanakan pemerintah pusat berupa bantuan sumur bor, terutama untuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang perlu dilindungi dari ancaman karhutla.
Sementara itu, Pemprov Kalteng terus mengoptimalkan upaya penanganan karhutla dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah disiapkan.
Pengelolaan dan penyaluran anggaran tersebut dilakukan secara hati-hati, seiring upaya pemerintah daerah memperkuat penanganan karhutla bersama berbagai unsur terkait. (HERMAWAN DP/H)
Pemadaman Karhutla Kalteng Butuh Gerakan Bersama
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Palangka Raya Tantang Menteri Raja Juli Menginap 10 Hari di Wilayah Terdampak Karhutla Kalteng
Anang Dirjo Tekankan Kesiapan Penanganan Karhutla Kalteng Harus Diperkuat
Tim Dalkarhutla Kalteng Berupaya Padamkan 16 Titik Api Karhutla
Akses Sumber Air Kendala Penanganan Karhutla Kalteng
Sejumlah Warga Dievakuasi Akibat Terjebak Kepungan Api Selama 2 Jam di Kawasan Jalan Mahir Mahar Palangka Raya
Luas Karhutla Kalteng 2026 Terendah dalam 29 Tahun Terakhir
Komentar (0)
Memuat komentar…







