BORNEONEWS, Palangka Raya - Wilayah Kalimantan Tengah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada akhir Oktober hingga awal November 2026 setelah sebelumnya berhadapan dengan musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani menjelaskan bahwa pada Oktober 2026 sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih akan mencatat curah hujan di bawah normal atau kategori rendah.
Artinya cuaca yang relatif kering masih akan terasa pada paruh pertama bulan ini, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Pada November 2026, curah hujan secara umum akan meningkat ke kategori menengah, berkisar antara 100 hingga 300 milimeter. Namun di wilayah tertentu seperti sebagian Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, dan Barito Utara, curah hujan dapat mencapai 300 hingga 400 milimeter," ujar Lian Andriani, Rabu 14 Oktober 2026.
Peningkatan curah hujan akan terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Mulai Desember 2026 hingga Januari 2027, curah hujan di Kalimantan Tengah secara umum diprakirakan berada pada kategori tinggi, berkisar antara 300 hingga 500 milimeter per bulan.
Periode ini diperkirakan menjadi puncak musim hujan di wilayah provinsi ini. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan ini perlu diantisipasi dengan baik. Lian mengingatkan bahwa pada masa transisi, perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba.
Hujan lebat yang turun di atas lahan yang masih kering dan gersang berpotensi memicu terjadinya genangan air, banjir, hingga tanah longsor di daerah rawan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng, bantaran sungai, dan daerah rendah disarankan untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca secara berkala.
Disarankan juga untuk membersihkan saluran air, membuang sampah pada tempatnya, dan memantau kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.
Di sisi lain, datangnya musim hujan juga diharapkan dapat membantu mereduksi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang selama ini melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah
Namun Lian menegaskan bahwa hujan yang turun belum tentu merata, sehingga kewaspadaan terhadap potensi karhutla tidak boleh langsung diturunkan begitu saja.
Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca harian maupun mingguan dapat diakses masyarakat melalui laman resmi BMKG Kalteng maupun akun media sosial resminya.
"Dengan pemahaman yang baik mengenai pola cuaca ke depan, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi perubahan musim ini," pungkasnya. (PATHUR/R)









