PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Panglima Kodam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin memimpin pelaksanaan Video Conference evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan bersama jajaran Kodam serta Forkopimda Kabupaten se-Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan terkini sekaligus menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mengendalikan dan mencegah karhutla di wilayah provinsi.

Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, aparat kecamatan, kelurahan, desa, dan seluruh elemen masyarakat.

Meskipun jumlah titik api tercatat mengalami penurunan, keberadaan kabut asap masih menjadi perhatian serius karena terus mengganggu aktivitas penerbangan maupun kesehatan warga.

"Oleh karena itu, patroli bersama di lapangan perlu ditingkatkan untuk menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api baru," katanya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pangdam juga memaparkan berbagai upaya besar yang telah dan akan terus dilakukan pemerintah dalam menanggulangi karhutla. Di antaranya adalah Operasi Modifikasi Cuaca serta pengeboman air dari udara.

Selanjutnya, direncanakan juga pemanfaatan dry ice untuk mendukung upaya pengendalian cuaca sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Selain fokus pada penanganan bencana kebakaran, Pangdam menegaskan komitmen penuh TNI dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Hal ini diwujudkan melalui berbagai program Bakti TNI yang mencakup penyediaan air bersih, pembangunan jembatan, hingga program pemberdayaan masyarakat berskala besar di desa-desa.

Salah satu contoh nyata yang sedang berjalan adalah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Katingan, meliputi pembangunan jalan sepanjang 18 kilometer, jembatan, pengeboran air bersih, serta pengembangan sumber energi listrik berbasis kincir air dan panel ssurya

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan video conference ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antar seluruh unsur kekuatan semakin diperkuat.

"Semangat kebersamaan ini tidak hanya untuk mempercepat penanganan karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk terus mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/R)