BORNEONEWS, Palangka Raya - Panglima Kodam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut langsung atas arahan Presiden RI terkait penanggulangan karhutla di kawasan strategis tersebut. Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah karena medan dan akses jalan yang sulit.
Pangdam beserta rombongan terpaksa menempuh perjalanan menggunakan speed boat untuk menembus perairan menuju kawasan TNTP yang dikenal memiliki hamparan lahan gambut luas dan rawan kebakaran.
Setibanya di lokasi, Pangdam langsung memberikan pengarahan kepada personel gabungan TNI, Polri, serta relawan Masyarakat Peduli Api yang telah siaga di lapangan.
Ia menegaskan pentingnya langkah yang cepat, tepat, dan terukur guna memotong arah pergerakan api agar tidak semakin meluas dan mengancam kelestarian kawasan hutan TNTP yang kaya keanekaragaman hayatinya.
Usai memberikan pengarahan, perjalanan dilanjutkan menuju titik api terdekat menggunakan perahu kecil, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama sekitar 30 menit sejauh 2,5 kilometer menembus kawasan semak belukar.
Di lokasi kebakaran, Pangdam meninjau langsung kondisi kebakaran yang sedang berlangsung dan memantau situasi dari udara menggunakan drone.
Selain memantau pergerakan api, Pangdam juga secara langsung mengidentifikasi titik-titik strategis untuk pembangunan sumur bor yang telah diarahkan oleh Presiden RI.
Ia menekankan agar sumur bor dibangun sedekat mungkin dengan titik prioritas kebakaran guna mempercepat ketersediaan sumber air bagi petugas di lapangan.
"Sumur bor harus berada sedekat mungkin dengan lokasi rawan api agar pasokan air selalu tersedia dan proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif," tegas Pangdam, Rabu, 14 Oktober 2026.
Sebagai tindak lanjut konkret atas arahan Presiden RI untuk membangun 200 titik sumur bor di kawasan rawan karhutla, Kodam XXII Tambun Bungai telah menyiapkan personel gabungan dari Brigif TP/40 Huma Betang, Zidam XXII/TB, dan Kodim 1014/Pangkalan Bun untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sumber air di kawasan yang sulit dijangkau sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di masa mendatang.
"Dengan ketersediaan air yang memadai di lokasi strategis, diharapkan api dapat lebih cepat dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran besar," pungkasnya. (PATHUR/R)









