BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memutuskan memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP pada 15 hingga 17 Oktober 2026.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara yang masih berada dalam kategori berbahaya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan bahwa keputusan ini didasarkan pada hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara yang dilakukan pada tanggal 11, 12, 13, dan 14 Oktober 2026.
Data tersebut menunjukkan kondisi ISPU masih konsisten berada pada kategori berbahaya, sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.
"Keputusan memperpanjang PJJ ini diambil semata-mata demi menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak kita. Dengan kualitas udara yang masih belum aman, kehadiran siswa di sekolah belum memungkinkan untuk dilakukan," ujar Jayani, Rabu 14 Oktober 2026.
Perpanjangan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya yang telah ditetapkan melalui Surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3952/Disdik.Umpeg/IX/2026 tanggal 9 September 2026.
Kebijakan ini bertujuan mengurangi paparan udara tidak sehat sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan secara optimal dari rumah.
Jayani menegaskan bahwa kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik selalu menjadi prioritas utama Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.
Selama masa perpanjangan ini, sekolah diminta memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik dan tidak membebani siswa maupun orang tua secara berlebihan.
"Kami meminta kerja sama kepala sekolah dan guru agar pembelajaran jarak jauh dapat berjalan efektif. Komunikasi antara sekolah dan orang tua juga terus dijaga sehingga perkembangan belajar anak dapat terpantau dengan baik," tambahnya.
Jayani juga mengimbau kepada seluruh orang tua murid agar tetap menjaga kesehatan anak-anak di rumah, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.
"Semoga kondisi udara segera membaik dan anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan nyaman," pungkasnya. (PATHUR/R)









