BORNEONEWS, Palangka Raya – Kodam Tambun Bungai menyiapkan pembangunan 200 titik sumur bor untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Pangdam Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan ketersediaan sumber air menjadi kebutuhan penting dalam operasi pemadaman, terutama karena sejumlah titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau.
“Penyediaan sumber air menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemadaman, terutama di kawasan yang sulit dijangkau,” kata Zainul dalam keterangan yang diterima, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pembangunan 200 sumur bor diharapkan memperpendek jarak petugas mendapatkan pasokan air sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif.
Menurut Zainul, penanganan karhutla di kawasan konservasi harus dilakukan secara cepat dan terukur agar api tidak terus menyebar ke bagian hutan lainnya.
“Penanganan karhutla perlu dilakukan secara cepat dan terukur agar pergerakan api dapat dikendalikan,” ujarnya.
Ia juga meminta personel TNI, Polri, dan relawan Masyarakat Peduli Api terlibat dalam pemadaman hingga api benar-benar dapat dikendalikan.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam operasi di Tanjung Puting.
Saat melakukan peninjauan, Zainul mengatakan rombongan harus menggunakan perahu kecil kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 2,5 kilometer selama kurang lebih 30 menit untuk mencapai lokasi titik api.
Pemantauan dari udara juga dilakukan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi dan pergerakan kebakaran.
“Ketersediaan sumber air di titik prioritas diharapkan dapat mendukung efektivitas pemadaman di kawasan TNTP,” katanya.
Menurutnya, pembangunan sumur bor tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemadaman saat ini, tetapi juga memperkuat kesiapan menghadapi potensi kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.









