BORNEONEWS, Jakarta – Empat orang dilaporkan meninggal dunia di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah. Kementerian Sosial menyiapkan bantuan tali asih bagi keluarga korban meninggal dan santunan bagi korban luka berat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam penanganan dampak karhutla.
“Ya kita menjadi bagian dari tim pemerintah ya. Jadi Kementerian Sosial menjadi bagian dari tim pemerintah yang memberikan bantuan-bantuan sesuai dengan mandat yang diberikan kepada Kementerian Sosial,” kata Saifullah di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Bantuan yang disiapkan meliputi santunan bagi korban luka berat, tali asih untuk keluarga korban meninggal dunia, dan dukungan pemberdayaan bagi masyarakat terdampak.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga awal Oktober 2026, tercatat 324 orang mengalami gangguan kesehatan kategori berat, 23 orang luka ringan, dan empat orang dilaporkan meninggal dunia di tengah dampak kabut asap karhutla.
Sejumlah korban meninggal yang disebut dalam data tersebut antara lain Hardiansyah (41), pengemudi ojek daring di Palembang, Sumatera Selatan, Lisna, seorang guru sekolah dasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Fikri alias Kelik (51), warga Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Fikri dilaporkan meninggal saat berupaya memadamkan kebakaran lahan.
Saifullah mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data resmi yang dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
“Setiap penyaluran yang dilakukan oleh Kementerian Sosial selalu melibatkan Pemda. Datanya dari pemerintah daerah baru kami menyalurkan,” ujarnya.
Penanganan dampak karhutla dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait.
Enam provinsi menjadi prioritas penanganan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Jadi tentu kami akan bekerja sama dengan semua kementerian dan lembaga yang ditugaskan untuk membantu pada saat terjadinya bencana atau pascabencana,” kata Saifullah.
ANTARA









