PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah mencatat telah menggelar 118 kegiatan edukasi keuangan sejak awal tahun hingga September 2026 dengan sasaran mahasiswa, pelajar, masyarakat, dan sejumlah lembaga.

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz mengatakan kegiatan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

“Dalam periode tersebut kami telah menggelar 118 kegiatan edukasi keuangan yang menyasar berbagai kalangan di kabupaten dan kota di Kalteng, baik mahasiswa, pelajar, dan lainnya,” kata Primandanu di Palangka Raya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Sejumlah kegiatan menyasar perguruan tinggi, di antaranya 200 mahasiswa STIE Muara Teweh, 772 mahasiswa Universitas Palangka Raya, dan 250 mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya.

Edukasi juga diberikan kepada 306 mahasiswa Universitas Islam Negeri Palangka Raya, 460 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, 300 mahasiswa Universitas Antakusuma di Kotawaringin Barat, dan 150 mahasiswa Universitas Darwan Ali di Kotawaringin Timur.

Selain mahasiswa, kegiatan turut menjangkau 135 anggota Masyarakat Ekonomi Syariah Kalteng dan 178 pelajar Sekolah Rakyat Palangka Raya.

OJK juga mendorong inklusi keuangan melalui pembukaan 400 rekening digital pelajar di sekolah Hasanka dan 500 rekening asuransi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Pendampingan juga dilakukan terhadap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas.

“Tak hanya mengedukasi soal keuangan, kami juga menyelenggarakan kegiatan inklusi keuangan,” ujar Primandanu.

Untuk sasaran lembaga, OJK memberikan sosialisasi mengenai Indonesia Anti-Scam Centre kepada pegawai Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Indonesia Anti-Scam Centre merupakan pusat penanganan penipuan transaksi keuangan yang dibentuk untuk mempercepat penanganan laporan korban, termasuk pelacakan aliran dana dan upaya pemblokiran rekening yang digunakan pelaku.