BORNEONEWS, Palangka Raya – Keterbatasan sumber air dan jangkauan peralatan masih menjadi kendala relawan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut Palangka Raya.
Kondisi tersebut disampaikan perwakilan BPK Karanggan, Arliandie, di tengah penguatan sarana pemadaman di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut.
Menurutnya, akses air menjadi kebutuhan penting ketika relawan harus menangani kebakaran di lahan gambut.
“Keterbatasan sumber air dan jangkauan peralatan menjadi tantangan bagi relawan ketika melakukan pemadaman di kawasan gambut,” kata Arliandie, Rabu, 14 Oktober 2026.
Untuk memperkuat kesiapan di lapangan, lima sumur bor yang sebelumnya dibangun bagi BPK Bangaris dan BPK Karanggan kini dilengkapi mesin pompa.
Manager PLN UP3 Palangka Raya Bagus Cahyadi mengatakan keberadaan pompa dibutuhkan agar sumber air dari sumur bor dapat digunakan lebih efektif saat terjadi kebakaran.
“Dukungan ini merupakan kelanjutan dari penyediaan sumur bor yang telah dibangun sebelumnya. Dengan dilengkapinya sarana tersebut melalui mesin pompa, kami berharap relawan BPK Bangaris dan BPK Karanggan memiliki dukungan yang lebih memadai untuk menjangkau sumber air dan merespons potensi karhutla di wilayahnya,” ujar Bagus.
Sarana tersebut dipusatkan di Kelurahan Tanjung Pinang, salah satu kawasan yang memiliki lahan gambut dan berisiko terdampak karhutla.
Arliandie mengatakan tambahan mesin pompa akan membantu relawan memenuhi kebutuhan air ketika melakukan pemadaman.
“Adanya sumur bor yang dilengkapi mesin pompa menjadi tambahan sarana bagi kami untuk memenuhi kebutuhan air saat pemadaman,” katanya.
Karhutla di sekitar permukiman juga dinilai berpotensi berdampak pada jaringan listrik apabila api meluas.
General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono mengatakan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, relawan, dan pihak lain yang memiliki aset di kawasan terdampak.
“Bagi PLN, dampaknya juga berkaitan langsung dengan aset jaringan listrik yang berpotensi terdampak ketika api meluas,” ujarnya.
Keberadaan sumur bor dan pompa diharapkan dapat memperpendek akses relawan terhadap sumber air saat penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan pasokan air cukup untuk proses pemadaman.









