PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 7.098 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kota Palangka Raya selama periode 18 September hingga 14 Oktober 2026. 

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan saat ini kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.

Fairid menyebut paparan asap karhutla bisa memperburuk gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan. Karena itu langkah perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak selama kabut asap masih menyelimuti wilayah perkotaan.

Menurutnya penanganan dampak asap perlu dilakukan melalui langkah terpadu, mulai dari pengendalian karhutla, pemantauan kualitas udara, hingga penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Selain itu masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan yang memburuk.

"Angka 7.098 kasus ISPA dalam periode tersebut juga menjadi perhatian terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di Palangka Raya. Data lebih lanjut mengenai tren kasus, kelompok usia terdampak, dan tingkat keparahan diperlukan untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh," tambah Kadinkes Kota Palangka Raya Riduan saat dikonfirmasi.

Di tengah situasi ini dia berharap penanganan karhutla dan dampak kabut asap terus ditingkatkan agar kualitas udara kembali membaik. Perlindungan kesehatan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk meninggalkan kota sementara waktu.

Data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menunjukkan, seluruh 11 puskesmas telah menyampaikan laporan kasus ISPA 18 September 2026-14 Oktober 2026.

Puskesmas Bukit Hindu mencatat kasus terbanyak. Yakni 1.132 kasus ISPA. Disusul Puskesmas Menteng 1.045 kasus dan Puskesmas Pahandut 1.031 kasus.

Selanjutnya Puskesmas Kayon 953 kasus, Jekan Raya 812 kasus, Kereng Bangkirai 603 kasus, Panarung 573 kasus, Kalampangan 447 kasus, Marina Permai 431 kasus, dan Puskesmas Rakumpit 71 kasus. (MARINI/j)