BORNEONEWS, Palangka Raya – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya tidak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai dirasakan pelaku usaha. Omzet menurun seiring berkurangnya warga yang keluar rumah untuk berbelanja.
Kondisi tersebut dirasakan Udin, pedagang minyak eceran di Palangka Raya. Ia mengaku penjualan yang biasanya mencapai lebih dari 10 botol per hari kini mengalami penurunan cukup drastis sejak kabut asap menyelimuti kota.
“Biasanya sehari bisa laku lebih dari 10 botol. Sekarang saat kabut asap kadang hanya tiga, kadang lima botol,” ungkap Udin, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah berdampak langsung terhadap jumlah pembeli. Kondisi ini membuat penjualan harian tidak seramai biasanya.
Penurunan aktivitas jual beli juga dirasakan Putri Suci, pemilik Rumah Belanja by Suci yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Usaha yang menjual berbagai produk UMKM, makanan, minuman, hingga jamu tradisional itu kini mengalami penurunan kunjungan pelanggan.
Putri Suci mengatakan, sejak kabut asap melanda, masyarakat yang datang langsung ke tokonya semakin berkurang. Sebagian pelanggan memilih tetap berada di rumah dan memanfaatkan layanan ojek online (ojol) untuk berbelanja.
“Sejak kabut asap, aktivitas jual beli tidak seramai hari biasa. Masyarakat yang datang ke toko berkurang. Ada juga yang menggunakan ojol untuk berbelanja, sehingga pendapatan tidak seperti biasanya,” kata Putri Suci.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dipengaruhi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berkurangnya aktivitas anak sekolah di luar rumah turut memengaruhi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di sekitarnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menjalar ke sektor ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil dan UMKM menjadi salah satu pihak yang merasakan perubahan aktivitas belanja warga selama kondisi udara memburuk. (MARINI/j)









