BORNEONEWS, Sampit - Ketua TP PKK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Khairiah Halikinnor mendorong penguatan peran PKK dan Bunda PAUD di tingkat kecamatan untuk meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
"Peran PKK dan bunda PAUD juga sangat penting dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, penguatan semangat kegotongroyongan, peningkatan pendidikan dan ekonomi keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan derajat kesehatan, serta pelestarian lingkungan hidup," kata Khairiah, Kamis, 15 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan saat pelantikan Ketua TP PKK sekaligus pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan Telawang, Antang Kalang, Cempaga Hulu, dan Seranau.
Khairiah mengatakan, amanah yang diberikan kepada para ketua TP PKK dan Bunda PAUD kecamatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan dedikasi, keikhlasan, dan komitmen. Ia berharap mereka aktif memberdayakan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pendidikan anak usia dini.
Khairiah menegaskan, TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Melalui 10 program pokok PKK, kader diharapkan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan, hingga lingkungan keluarga.
Karena itu, ketua TP PKK kecamatan yang juga mengemban amanah sebagai Bunda PAUD diminta tidak hanya menjalankan tugas secara administratif atau seremonial. Mereka diharapkan aktif membina kader, menggerakkan partisipasi masyarakat, memberikan edukasi kepada orang tua, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Khairiah, penguatan pola asuh, pemenuhan gizi dan kesehatan anak, pembentukan karakter, serta peningkatan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini perlu menjadi perhatian bersama.
Ia mengingatkan bahwa usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, kemandirian, kecerdasan, dan kemampuan sosial anak. Karena itu, keluarga, lingkungan yang sehat dan aman, serta layanan PAUD yang berkualitas harus saling mendukung.
Ia juga meminta program PKK dan PAUD disusun secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan serta potensi setiap wilayah.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari kegiatan rutin yang terlaksana, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara TP PKK, Bunda PAUD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, perangkat daerah terkait, satuan pendidikan PAUD, tenaga pendidik, serta masyarakat.
Ia berharap dukungan berkelanjutan dari para camat selaku ketua dewan pembina PKK kecamatan dan seluruh perangkat daerah terkait agar program pemberdayaan keluarga dan pendidikan anak usia dini berjalan optimal serta tepat sasaran.
"Saya yakin, dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan sinergi yang baik, tim penggerak PKK dan bunda PAUD mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









