BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Kalteng membukukan laba bersih Rp317,62 miliar hingga September 2026. Angka tersebut naik 2,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp310,12 miliar.
Realisasi laba itu juga telah mencapai 114,45 persen dari target dalam Rencana Bisnis Bank hingga September 2026 yang ditetapkan sebesar Rp277,53 miliar.
Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah mengatakan pertumbuhan laba menjadi salah satu indikator kemampuan bank menjaga kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Kami bersyukur Bank Kalteng dapat mempertahankan pertumbuhan laba dan melampaui target sampai dengan September,” kata Maslipansyah, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal untuk menjaga kesinambungan layanan dan mendukung kebutuhan keuangan masyarakat di Kalimantan Tengah.
Ia mengatakan dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham, kepercayaan nasabah, dan kinerja pegawai ikut menopang capaian tersebut.
“Bagi kami, hasil tersebut membawa tanggung jawab untuk terus memperkuat kinerja dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Bank Kalteng tetap mencermati risiko eksternal, termasuk prospek ekonomi global yang belum kuat dan ketidakpastian pasar keuangan.
Kondisi tersebut membuat perbankan perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian.
“Kami memahami masyarakat dan pelaku usaha menghadapi tantangan yang beragam. Dalam situasi ini, Bank Kalteng perlu tetap hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan,” kata Maslipansyah.
Bank Kalteng juga menyatakan akan terus mencermati kebutuhan nasabah dan perkembangan risiko agar pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan kualitas layanan dan kesehatan bank.









