JAKARTA –

BORNEONEWS, Nagoya - Tim para renang Indonesia mulai mempertajam detail teknik seperti start, underwater, breakout, dan kecepatan jarak pendek menjelang pertandingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Hari ini latihannya sudah mulai naik daripada hari sebelumnya. Sudah mulai masuk ke detail-detail start lagi, underwater, breakout, sampai sedikit pace untuk jarak pendek," kata pelatih para renang Indonesia Agni Herarta Anindya Satria di Nagoya, Jepang, Kamis.

Agni mengatakan 12 atlet para renang Indonesia berada dalam kondisi baik setelah menjalani proses adaptasi terhadap cuaca maupun kolam pertandingan sejak tiba di Jepang.

Fase latihan kini mulai diarahkan pada penyempurnaan sejumlah aspek teknis agar para atlet berada dalam kondisi terbaik saat pertandingan dimulai.

Tim para renang Indonesia dibebani target meraih satu medali emas dan dua perak pada Asian Para Games 2026. Jumlah tersebut sebenarnya lebih sedikit dibanding dengan capaian pada edisi sebelumnya dengan tiga medali emas, satu perak, satu perunggu.

Agni mengatakan tim pelatih telah memiliki gambaran mengenai kekuatan sejumlah negara pesaing setelah para atlet bertemu dalam World Para Swimming Series di Shizuoka, Jepang, tahun ini.

Meski demikian, Indonesia tetap mewaspadai kemungkinan munculnya kejutan, terutama dari tuan rumah Jepang.

"Sudah terlihat peta persaingannya. Namun seperti pengalaman multievent-multievent sebelumnya, tuan rumah memiliki kelebihan bisa menyimpan perenangnya. Nah ini yang harus kita waspadai," ujar Agni.

Salah satu atlet Indonesia Maulana Rifky Yavianda mengaku cukup nyaman dengan kondisi kolam maupun cuaca selama menjalani latihan di Nagoya.

"Untuk cuaca, semoga masih bisa terus beradaptasi karena memang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kolamnya juga enak. Di sini cukup nyaman, lebih pas untuk suhu kolamnya," kata Rifky.

Perlombaan cabang olahraga para renang Asian Para Games 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (19/10) di Nagoya City General Gymnasium.

ANTARA