BORNEONEWS, Sampit – Usulan pembangunan bandara baru di kawasan Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai perlu melalui kajian panjang sebelum direalisasikan.
Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan kelayakan lokasi, terutama dari aspek arah angin, cuaca, dan keselamatan penerbangan.
"Ide untuk pemindahan bandara itu sebenarnya bagus karena di Ujung Pandaran kita tidak terlalu terdampak asap karena angin laut. Tapi yang namanya pembangunan sebuah bandara itu perlu kajian yang panjang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul usulan Wakil Ketua II DPRD Kotim Rudianur agar pemerintah mengkaji pembangunan bandara di Ujung Pandaran.
Usulan itu muncul sebagai salah satu alternatif untuk menjaga kelancaran penerbangan ketika kemarau panjang memicu karhutla dan kabut asap di wilayah Kotim yang melumpuhkan penerbangan.
Menurut Raihansyah, penentuan lokasi bandara tidak bisa hanya didasarkan pada pertimbangan bahwa suatu kawasan relatif terbebas dari asap. Ada sejumlah faktor teknis yang harus diteliti oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang perencanaan dan keselamatan penerbangan.
Ia menjelaskan, arah angin, kondisi cuaca, dan berbagai aspek teknis lainnya menjadi harus diperhatikan dalam menentukan apakah suatu lokasi layak dijadikan bandara.
"Jadi tidak mudah untuk membangun sebuah bandara itu hanya menentukan lokasinya di A misalkan, itu tidak bisa. Tapi ada kajian yang panjang dari memang yang berkompeten untuk mengkaji itu bahwa titik-titik di mana yang bisa itu terkait dengan arah angin, terus cuaca dan lain sebagainyalah untuk hal-hal teknis yang memang mereka yang mengerti untuk itu," jelasnya.
Raihansyah menyebut gagasan pembangunan bandara baru tetap bisa menjadi bahan pemikiran bersama. Namun, realisasinya membutuhkan proses panjang, mulai dari kajian kelayakan hingga penentuan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis.
"Memang kalau sesuatu itu berawal dari mimpi bisa kita coba, karena kajiannya sangat panjang untuk memindahkan bandara. Saat ini kita fokus pengembangan bandara yang ada," tegasnya.
Untuk saat ini Dishub Kotim masih memprioritaskan pengembangan bandara yang sudah beroperasi. Sementara itu, wacana pembangunan bandara baru di Ujung Pandaran perlu dikaji lebih mendalam agar keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kelayakan, keselamatan, dan kebutuhan transportasi udara masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)









