SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua TP PKK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Khairiah Halikinnor, meminta Bunda PAUD kecamatan memperkuat sosialisasi pencegahan dampak kabut asap kepada masyarakat.

"Pesan saya untuk Bunda PAUD kecamatan, sekarang sekolah melaksanakan BDR. Kalau memang harus keluar rumah, saya sarankan pakai masker, jaga pola makanan, dan jaga kesehatan. Itu yang saya imbaukan ke Bunda-Bunda PAUD untuk menyosialisasikan di daerah mereka masing-masing," kata Khairiah, Jumat, 16 Oktober 2026.

Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak selama kabut asap menyelimuti wilayah Kotim. Sosialisasi tersebut diharapkan menjangkau keluarga hingga tingkat kecamatan dan desa.

Khairiah menekankan, pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) perlu diikuti dengan upaya pencegahan paparan asap, terutama dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat. Orang tua juga diharapkan lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak selama beraktivitas di rumah.

Selain penggunaan masker saat harus keluar rumah, masyarakat diimbau menjaga pola makan dan kondisi tubuh agar tetap sehat. Melalui kader PKK dan Bunda PAUD, pesan pencegahan tersebut diharapkan dapat disampaikan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia berharap Bunda PAUD tidak hanya berfokus pada pendidikan anak usia dini, tetapi juga aktif memberikan informasi yang relevan dengan kondisi lingkungan dan kesehatan keluarga.

Peran ini penting agar orang tua lebih memahami langkah perlindungan yang dapat dilakukan selama kabut asap.

Sosialisasi juga diharapkan melibatkan kader PKK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta satuan pendidikan PAUD.

Dengan koordinasi tersebut, informasi mengenai pencegahan dampak kabut asap dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

Khairiah mengingatkan bahwa perlindungan anak perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan di lingkungan keluarga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap.

Melalui penguatan sosialisasi di setiap wilayah, Khairiah berharap masyarakat Kotim semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap. (DEWI PATMALASARI/R)