BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membersihkan tumpukan sampah di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, Sampit, yang disiapkan sebagai jalur alternatif menjelang penutupan Jalan Tjilik Riwut di sekitar ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit.
"Kami mengerahkan truk dan alat berat untuk membersihkan seputaran Jalan Jaksa Agung Soeprapto. Sampah-sampah yang luar biasa banyaknya kemarin sudah kita bersihkan, dan alhamdulillah hari ini sudah bebas sampah," kata Kepala DLH Kotim Gusti Mukafi, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan truk pengangkut sampah untuk menangani tumpukan sampah yang ditemukan di sepanjang kawasan jalan tersebut.
Petugas menduga sampah itu berasal dari aktivitas pembuangan sampah liar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Jalan Jaksa Agung Soeprapto akan difungsikan sebagai salah satu akses alternatif bagi masyarakat ketika Jalan Tjilik Riwut ditutup.
Gusti menjelaskan, pembersihan dilakukan setelah pihaknya melihat banyaknya sampah yang menumpuk dan berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan. Penanganan itu juga melibatkan tim penyapuan untuk mempercepat proses pembersihan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembersihan di Jalan Jaksa Agung Soeprapto belum menjadi kegiatan rutin harian. Keterbatasan tenaga penyapuan membuat DLH memprioritaskan penanganan berdasarkan kebutuhan, laporan, atau kondisi yang memerlukan tindakan segera.
"Namun, itu bukan rutinitas tiap hari. Pembersihan dilakukan secara dadakan ketika diminta atau ada laporan dan lain sebagainya," ujarnya.
Jalan Jaksa Agung Soeprapto dipersiapkan sebagai jalur alternatif seiring rencana penutupan permanen Jalan Tjilik Riwut di sekitar ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit. Penutupan yang dijadwalkan mulai 20 Oktober 2026 itu berkaitan dengan pekerjaan pembangunan pagar dan pengembangan landasan pacu bandara.
Dengan rencana tersebut, kebersihan Jalan Jaksa Agung Soeprapto perlu mendapat perhatian agar aktivitas lalu lintas tidak terganggu.
Kondisi jalan yang bersih juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Gusti Mukafi mengingatkan masyarakat agar tidak kembali membuang sampah sembarangan di kawasan itu.
Menurutnya, upaya pembersihan akan sia-sia apabila tumpukan sampah kembali muncul akibat perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan di Sampit dan wilayah Kotim secara umum. Tanggung jawab menjaga kebersihan, menurutnya, tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas DLH.
"Kami mengimbau supaya bisa bekerja bersama untuk kebersihan lingkungan. Karena kebersihan bukan hanya tugas DLH, tetapi tugas kita semua, seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Sampit dan Kotim umumnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









