BORNEONEWS, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir, tetapi membangun keterampilan, pengalaman, dan portofolio yang bisa menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha.
Pesan tersebut disampaikan saat Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch V 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi.
PVN Batch V diikuti 14.688 peserta yang menjalani pelatihan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia.
“Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua,” kata Yassierli dalam rilis diterima Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurutnya, pelatihan vokasi harus memberikan kemampuan yang benar-benar bisa diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang kompetensi masing-masing.
Karena itu, peserta diminta aktif belajar bersama instruktur, memahami standar kerja, dan menerapkan arahan yang diberikan dalam praktik.
Yassierli menilai kemampuan teknis saja belum cukup. Peserta juga perlu membangun sikap profesional dengan berani mencoba, terbuka terhadap kritik, dan terus mengevaluasi hasil pekerjaan.
“Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan,” ujarnya.
Ia mengatakan perjalanan karier merupakan proses yang terus berkembang dan tidak berhenti pada pekerjaan pertama.
Pengalaman kerja, keterampilan baru, jaringan profesional, dan reputasi dinilai dapat membuka peluang yang lebih luas pada masa mendatang.
Karena itu, peserta didorong membangun portofolio yang menunjukkan kemampuan nyata setelah mengikuti pelatihan.
Portofolio tersebut dapat berupa hasil pekerjaan, proyek, maupun pengalaman praktik yang bisa menjadi bukti kompetensi ketika melamar pekerjaan.
Selain menjadi bekal memasuki pasar kerja, keterampilan dari pelatihan vokasi juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri sesuai bidang yang dikuasai.
Yassierli mencontohkan peserta dengan kompetensi tertentu dapat memanfaatkan keterampilannya untuk membuka usaha, termasuk bengkel atau layanan jasa lain sesuai keahlian. (*/j)









