SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seekor kukang ditemukan di kawasan hutan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satwa dilindungi tersebut ditemukan saat tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, kukang itu ditemukan oleh tim dari RMU bersama aktivis lingkungan yang menyisir kawasan hutan terdampak kebakaran. 

"Seekor kukang tersebut berhasil ditemukan di hutan sekitar lokasi bekas kebakaran oleh kawan-kawan RMU dan aktivis lingkungan saat melakukan penyisiran," kata Muriansyah, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kukang tersebut ditemukan di wilayah Dusun Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau. Lokasi penemuan berada di kawasan hutan yang sebelumnya terdampak karhutla, sehingga kondisi satwa dan habitat di sekitarnya perlu mendapat perhatian.

Saat ditemukan, kondisi kukang dilaporkan mengalami dehidrasi. Selain itu, terdapat bekas luka di bagian bawah tubuh yang diduga akibat gesekan.

Setelah ditemukan, kukang tersebut dibawa ke klinik dokter hewan untuk mendapatkan penanganan. Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya sebelum satwa itu dikembalikan ke habitat alami.

Muriansyah menyebutkan, kukang tersebut direncanakan diserahkan kepada BKSDA pada siang atau sore hari ini. Setelah proses penyerahan, satwa itu direncanakan langsung dilepasliarkan.

"Rencana siang atau sore ini diserahkan ke BKSDA, dan akan langsung dilepasliarkan," ujarnya.

Penemuan kukang di kawasan bekas kebakaran menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya mengancam permukiman dan aktivitas masyarakat, tetapi juga satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai tempat hidup dan mencari makan.

Masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan satwa liar, khususnya yang dilindungi, terluka atau keluar dari habitatnya. Penanganan sebaiknya dilakukan oleh petugas berwenang agar keselamatan satwa tetap terjaga. (DEWI PATMALASARI/J)