PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dugaan aksi pemukulan dan perundungan terhadap seorang anak di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Peristiwa yang diduga terjadi di kawasan Flamboyan Bawah ini menuai perhatian luas masyarakat karena korbannya masih berusia sangat muda.

Mirisnya, korban diketahui masih duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, terduga pelaku disebut-sebut merupakan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Video yang beredar secara luas di media sosial memancing kemarahan sekaligus keprihatinan banyak pihak.

Orang tua korban mengaku sangat terkejut setelah mengetahui anaknya menjadi sasaran pemukulan dan perundungan.

Saat ditemui di kediamannya, pihak keluarga mengungkapkan perasaan terpukul atas kejadian yang dialami anak mereka.

Tak berdiam diri, pihak keluarga memutuskan menempuh jalur hukum agar kasus ini diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan telah disampaikan ke pihak kepolisian, lengkap dengan hasil pemeriksaan visum terhadap korban sebagai bukti medis.

"Sudah saya laporkan dan visum. Kami harapkan ini tidak terjadi lagi," ungkap orang tua korban saat ditemui pada Sabtu 17 Oktober 2026.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat, membenarkan telah diterimanya laporan terkait dugaan perundungan tersebut.

"Benar, sudah dilaporkan," tandasnya singkat.

Pihak kepolisian menyatakan laporan tersebut telah segera ditindaklanjuti.

Penanganan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap fakta lengkap kejadian sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

"Sudah ditangani," tegasnya.

Budi Rachmat mengatakan, kasus ini kembali pengingatkan akan pentingnya perlindungan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

"Dugaan kekerasan terhadap anak harus ditangani secara serius oleh semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/j)