BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran melanda bangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parulian Sampit di Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu, 17 Oktober 2026. Api terlihat berkobar dari bangunan gereja hingga membuat warga di sekitar lokasi panik.
Sebuah video singkat berdurasi tujuh detik yang beredar memperlihatkan kobaran api membakar bagian atas bangunan gereja. Suara sejumlah warga terdengar di lokasi itu panik melihat kejadian tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Akhmad Taufik membenarkan adanya kebakaran di gereja tersebut. Ia memastikan api telah berhasil dipadamkan.
"Ya benar. Ada gereja terbakar di Baamang. Tapi sudah dipadamkan," kata Taufik, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kebakaran itu menjadi perhatian jemaat karena gereja tersebut dijadwalkan menggelar kegiatan pada Minggu, 18 Oktober 2026. Seorang jemaat menyebutkan, agenda yang direncanakan meliputi ibadah dan pesta pembangunan gereja.
Berdasarkan foto yang beredar setelah kebakaran berhasil dipadamkan, bangunan gereja mengalami kerusakan cukup parah. Dampak kebakaran terlihat pada sejumlah bagian bangunan yang diketahui menggunakan material kayu.
Kerusakan paling parah tampak pada bagian dinding atas gereja. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya dampak kobaran api terhadap bangunan tempat ibadah itu.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai kronologi kebakaran, termasuk waktu awal api muncul dan bagaimana api pertama kali diketahui. Informasi mengenai kemungkinan penyebab kebakaran juga belum disampaikan oleh pihak berwenang.
Belum diketahui pula secara pasti besaran kerugian akibat peristiwa tersebut maupun dampaknya terhadap rencana kegiatan jemaat. Informasi lebih lanjut masih menunggu keterangan dari pihak terkait. (DEWI PATMALASARI/j)









