PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya memaksa pembatalan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Meskipun sempat dijadwalkan beroperasi, kondisi jarak pandang yang belum memenuhi standar keselamatan menjadi alasan utama pembatalan tersebut demi keamanan penerbangan.

Jadwal yang sebelumnya direncanakan meliputi penerbangan Garuda Indonesia nomor GA 550 dari Jakarta yang dijadwalkan mendarat pukul 18.20 WIB, serta penerbangan pulang GA 551 menuju Jakarta yang dijadwalkan lepas landas pukul 19.05 WIB.

Namun, kedua penerbangan tersebut akhirnya harus dibatalkan karena kondisi jarak pandang belum memungkinkan pesawat untuk mendarat maupun lepas landas dengan aman.

General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan pemantauan terus-menerus bersama pihak maskapai dan pengawas penerbangan.

Keselamatan penumpang dan awak pesawat selalu menjadi prioritas utama pihak bandara.

"Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang. Namun, keselamatan penerbangan tidak dapat ditawar. Standar jarak pandang harus terpenuhi sebelum pesawat dapat mendarat atau lepas landas," ujar I Made Darmawan, Sabtu 17 Oktober 2026.

Pihaknya terus memantau perkembangan kondisi udara setiap saat, berharap ke depan kualitas udara semakin membaik sehingga penerbangan dapat kembali normal.

Ia juga menyampaikan bahwa pembatalan ini merupakan keputusan bersama antara pihak bandara dan maskapai penerbangan.

Penumpang yang terdampak disarankan untuk menghubungi pihak maskapai guna mendapatkan informasi terkait penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi kabut asap memang sempat berkurang saat hujan turun beberapa hari lalu, namun belum cukup untuk menjamin operasional penerbangan sepenuhnya.

Perubahan arah angin dan peningkatan kebakaran di beberapa titik menyebabkan kepekatan asap kembali berfluktuasi, sehingga jarak pandang di sekitar bandara belum stabil.

I Made Darmawan meminta pengertian seluruh masyarakat yang akan bepergian melalui jalur uudara

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan pantau informasi terbaru dari maskapai penerbangan Anda sebelum menuju bandara," imbaunya.

Informasi terbaru mengenai status penerbangan akan terus disampaikan melalui saluran resmi bandara dan maskapai.

Pihak bandara berkomitmen untuk segera membuka kembali layanan penerbangan segera setelah kondisi memungkinkan.

"Semoga dalam waktu dekat hujan kembali turun dengan cukup deras sehingga kabut asap segera hilang dan aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dapat berjalan normal kembali," pungkasnya. (PATHUR/j)