PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Kasus dugaan perundungan anak yang sempat viral di media sosial telah mencapai kesepakatan damai.

Perwakilan organisasi masyarakat, pihak kepolisian, serta kedua belah pihak keluarga anak yang terlibat telah duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan di Mapolresta Palangka Raya.

Perwakilan Ormas Palangka Raya, Bush Valentino, menyambut baik terselenggaranya pertemuan tersebut.

"Luar biasa hari ini kita berkumpul di Polres Palangka Raya. Terima kasih buat Pak Kasat Intel dan jajarannya yang luar biasa membantu kami," ucapnya, Sabtu, 17 Oktober 2026

Dalam pertemuan tersebut, hadir langsung keluarga anak yang diduga menjadi korban maupun keluarga anak yang terduga pelaku, termasuk orang tua, kerabat, hingga Ketua Rukun Tetangga dan Babinsa setempat.

"Kita ingin mengklarifikasikan, sudah cukup ya. Tidak ada lagi kata - kata atau hujatan kepada pihak - pihak yang terlibat," tegasnya.

Bush Valentino menjelaskan, tujuan utama pertemuan adalah untuk menghentikan segala bentuk komentar negatif dan hujatan yang berkembang di media sosial maupun di masyarakat.

"Kami sudah duduk bersama, kami bekerja sama bersama Polres Palangka Raya agar terjadinya langkah perdamaian. Artinya kami bersepakat dan kami memohon maaf atas tingkah laku daripada anak - anak kita," tambahnya. 

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak ada lagi perundungan di Kota Palangka Raya.

Bush juga menegaskan agar kejadian ini menjadi yang terakhir kalinya.

"Jangan ada perundungan, jangan ada lagi ejekan, jangan ada lagi kekerasan terhadap anak-anak ya. Mudah-mudahan kita bisa saling mengingat dan kita sebagai orang tua lebih bijaksana," pesannya.

Pihak keluarga anak yang terlibat pun telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Pendekatan persuasif yang dilakukan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat dinilai efektif meredakan situasi sekaligus memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak.

Semoga kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap anak.

"Pencegahan perundungan adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat luas," pungkasnya. (PATHUR/j)