BORNEONEWS, Sampit - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan uji coba teknologi dry ice untuk membantu mengatasi kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng). Operasi ini direncanakan dimulai di sekitar Palangka Raya dengan sasaran awal membantu memulihkan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut.
"Salah satu yang sedang kita kembangkan yang kemarin menjadi isu Bapak Presiden itu namanya adalah dry ice. Jadi ini satu penelitian yang sudah dilakukan oleh teman-teman BMKG dengan Thailand, tetapi hasilnya masih dalam usaha yang terus dicoba," kata Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di Sampit, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia mencontohkan intervensi menggunakan dry ice yang dilakukan selama dua hari di Palembang, Sumatera Selatan. Menurut laporan Gubernur Sumatera Selatan yang diterimanya, jarak pandang yang sebelumnya sekitar 300 meter meningkat menjadi 2.800 meter.
Selain itu, kualitas udara PM2.5 yang dilaporkan berada di level 660 disebut turun menjadi 200 setelah intervensi tersebut. Meski demikian, Raja Juli menegaskan hasil itu belum bisa langsung disimpulkan sepenuhnya sebagai dampak penggunaan dry ice.
"Namun teman-teman BMKG ini kan para saintis rendah hati mengatakan bahwa kita akan mengevaluasi apakah benar bahwa penurunan itu pure karena dry ice atau mungkin ada kontribusi-kontribusi faktor lain," ujarnya.
Raja Juli mengakui dirinya tidak memahami secara terperinci aspek teknis teknologi tersebut. Namun, pemerintah akan terus berupaya mencari solusi untuk mengurangi dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan.
"Jadi sekali lagi ini masih sedang di-develop. Tapi namanya ikhtiar, namanya usaha kita sebagai manusia akan kita terus lakukan," tambahnya.
Ia menyampaikan, kendala pengadaan dry ice mulai teratasi setelah pemerintah menemukan pemasok di Kalimantan. Bahan tersebut dijadwalkan tiba pada Minggu siang, 18 Oktober 2026, sebelum operasi diarahkan ke Palangka Raya.
"Ini supplier dry ice ini yang susah, tapi alhamdulillah sudah ditemukan supplier-nya di Kalimantan dan insyaallah mulai besok siang barangnya sudah nyampe dan operasi dry ic akan dimulai ke arah Palangkaraya untuk membuka dulu Tjilik Riwut," katanya.
Pelaksanaan uji coba akan melibatkan Kementerian Kehutanan, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Raja Juli menyebut metode tersebut masih perlu melalui tahap percobaan dan evaluasi untuk mengetahui efektivitasnya dalam kondisi kabut asap di Kalteng.
"Dan sekali lagi karena ini adalah suatu hal yang baru, kita akan trial and error, kita coba. Alhamdulillah ada pendanaan dari Kemenhut, nanti bersama dengan TNI, bersama dengan BNPB, kita coba dry ice di Kalimantan Tengah ini.
Misalnya nanti efektif, kita geser terus ke kabupaten-kabupaten lain," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









