SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berada dalam kategori sangat tidak sehat meski kabut asap mulai menipis.

Berdasarkan pemantauan ISPU Net, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 263 pada pukul 18.00 WIB, sehingga masyarakat tetap perlu mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan.

Setelah cukup lama berada dalam kategori berbahaya yang ditandai warna hitam, kualitas udara di Kotim kini turun ke kategori sangat tidak sehat atau merah. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya konsentrasi polutan di udara, tetapi kondisinya belum cukup aman bagi masyarakat untuk beraktivitas tanpa perlindungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Gusti Mukafi mengatakan, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dapat berubah mengikuti kondisi lingkungan, terutama tingkat kepekatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"ISPU tergantung kepekatan asapnya. Jadi berubah-ubah, kadang pagi jam 06.00 atau jam 07.00 bisa berubah lagi," kata Gusti Mukafi.

Ia menjelaskan, penurunan angka ISPU tersebut saat ini berkaitan dengan berkurangnya asap di wilayah Sampit. Hujan yang mulai turun kemarin, Jumat, 16 Oktober 2026, juga membantu mengurangi asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

"Kalau saat ini ada penurunan berarti asapnya berkurang. Kemarin juga sudah mulai hujan mengurangi asap, tapi memang masih dalam kategori sangat tidak sehat," ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat mengenakan masker saat aktivitas di luar ruangan. Karena konsentrasi PM2.5 yang tinggi masih berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)