SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengakui operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan helikopter water bombing di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terkendala jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap.

"Kita punya enam helikopter se-Kalimantan Tengah ini milik BNPB, satu milik Kementerian Kehutanan, di luar swasta yang juga melakukan operasi water bombing. Namun karena visibility yang terbatas, jarak pandang yang terbatas, sehingga water bombing tersebut tidak bisa beroperasi," kata Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu, 17 Oktober 2026.

Ia menegaskan, keselamatan personel menjadi prioritas dalam penanganan karhutla. Menurutnya, pemadaman dari udara tidak boleh dipaksakan apabila kondisi penerbangan tidak memungkinkan.

"Kita tidak mau memaksakan. Apabila nanti malah dipaksakan malah terjadi korban, tidak hanya korban karhutla tapi juga ada kecelakaan karena karhutla. Saya kira ini safety first tidak akan melakukan mempertaruhkan nyawa saudara-saudara kita," ujarnya. 

Raja Juli menjelaskan, kondisi jarak pandang di setiap wilayah Kalteng berbeda-beda. Ia menerima laporan dari Bupati Seruyan bahwa jarak pandang di wilayah tersebut mencapai 5.000 hingga 6.000 meter, yang dinilai cukup untuk mendukung penerbangan helikopter water bombing.

Namun, upaya memindahkan helikopter milik Kementerian Kehutanan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Kuala Pembuang belum berhasil. Helikopter tersebut sempat terbang sekitar separuh perjalanan lalu harus kembali ke pangkalan atau return to base (RTB) karena jarak pandang di sepanjang rute tidak memadai.

"Di Syamsudin Noor clear, visibility bagus, di Kuala Pembuang juga bagus. Sudah terbang sekitar setengah jalan kemudian harus balik, return to base (RTB) karena visibility di perjalanannya yang tidak baik," ucapnya.

Meski menghadapi kendala, upaya pemadaman dari udara tetap dilakukan dengan dukungan unsur lain. Raja Juli menyebut telah menerima konfirmasi dari Deputi BNPB Mayjen TNI Budi bahwa satu helikopter milik TNI telah masuk untuk membantu penanganan karhutla.

Selain itu, helikopter water bombing milik perusahaan swasta juga melakukan pemadaman. Raja Juli mengatakan, helikopter swasta tersebut sebelumnya sempat gagal mencapai kawasan Tanjung Puting akibat buruknya jarak pandang, tetapi akhirnya dapat beroperasi pada hari ini.

"Alhamdulillah hari ini bisa terbang, jadi ada 16 kali water bombing tadi yang dilakukan oleh teman-teman dari perusahaan swasta ini," katanya.

Untuk memperkuat pemadaman, pemerintah berencana mengoptimalkan dukungan helikopter TNI dan swasta serta mencoba mengalihkan satu helikopter dari Bandara Syamsudin Noor ke Kuala Pembuang. Koordinasi juga dilakukan dengan BNPB agar bantuan udara dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.

"Mungkin kalau di daerah-daerah lain masih bisa kita tarik, kemudian kita komunikasikan di Kuala Pembuang ini untuk melakukan pemadaman di daerah-daerah yang memang butuh water bombing seperti yang dikatakan Bupati tadi di daerah Ganepo," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)