SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan penambahan personel darat akan dilakukan jika dibutuhkan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Pak Panglima TNI pagi tadi masih teleponan dengan saya, mengatakan bahwa berapa pun butuh penebalan pasukan di lapangan akan ditebalkan, Yon TP ada di mana-mana," kata Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu, 17 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan, penambahan personel telah dilakukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Sebanyak 35 personel Brimob dari Jawa dikirim untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Jika kebutuhan personel masih meningkat, penambahan pasukan darat akan kembali dilakukan berdasarkan koordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait.

"Kalau nanti Pak Kapolres sudah komunikasi butuh penebalan lagi untuk darat, kita lakukan, Pak, termasuk peralatan. Insyaallah BNPB, Kemenhut, TNI, Polri juga bersama-sama kita penuhi," ujarnya.

Raja Juli juga mengapresiasi kerja pasukan darat yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, upaya mereka di lapangan merupakan bentuk gotong royong dalam menghadapi bencana.

Ia menilai, beratnya tantangan karhutla tidak seharusnya membuat kerja para petugas yang telah berupaya memadamkan api diabaikan. Namun, penanganan juga harus menyentuh penyebab kebakaran, termasuk kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.

"Masalah kita masih besar, tapi menafikan dan mengatakan bahwa bapak-bapak TNI, Polri, Manggala Agni tidak bekerja saya kira juga tidak fair. Tapi memang sekali lagi tantangannya berat, disiplin kultural kita masih sangat lemah," katanya.

Selain memperkuat personel, pemerintah juga menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, baik masyarakat maupun perusahaan. Raja Juli menyebut telah berkoordinasi dengan Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan terkait penegakan hukum. 

"Ada orang yang tahu bahwa cara paling murah untuk melakukan land clearing tadi dengan membakar, katanya tambah subur lagi tanahnya. Kira-kira ini yang harus kita tangkapin gitu," tambahnya. 

Ia menegaskan penindakan harus berlaku adil tanpa membedakan skala pelaku. Upaya pencegahan juga akan diperkuat melalui pembentukan dan dukungan peralatan bagi kelompok MPA di desa-desa rawan karhutla.

Raja Juli menyebut setiap desa dapat memiliki kelompok MPA beranggotakan sekitar 15 hingga 30 orang untuk membantu menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran.

“Kalau ada MPA, masyarakat peduli api yang terbentuk di basis di desa 15-30 orang nanti silakan. Tapi kalau memang ada nanti kita bisa adakan lagi dan kita bantu peralatan untuk menjaga desa masing-masing. Jaga desa dari karhutla," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/J)