PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Potensi tanaman lokal Kalimantan Tengah dinilai perlu terus dikembangkan melalui penelitian dan inovasi generasi muda. Kekayaan hayati daerah tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga berpeluang menghasilkan produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi sorotan Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyusul prestasi pelajar Palangka Raya yang meraih medali emas dalam ajang International Science Invention Fair (ISIF) 2026.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) tersebut, tim SMP Negeri 3 Palangka Raya meraih medali emas melalui penelitian berjudul Humanutri.

Penelitian itu mengembangkan minuman sereal bernutrisi berbahan bubuk ikan gabus, daun kelor, daun katuk, kelakai, dan biji jelai. Inovasi tersebut mengangkat pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung upaya pencegahan stunting.

Prestasi juga diraih tim SMA Negeri 5 Palangka Raya melalui penelitian berjudul Aureka Salve, yang mengkaji pemanfaatan akar kuning (Fibraurea tinctoria) dan daun kelakai sebagai bahan salep untuk luka.

Kedua penelitian tersebut memperlihatkan beragam peluang pemanfaatan kekayaan hayati Kalimantan Tengah, mulai dari pengembangan pangan bernutrisi hingga penelitian bahan berbasis tanaman lokal. Potensi ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi pelajar untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami menilai, potensi tanaman lokal perlu mendapatkan perhatian lebih agar tidak hanya dikenal sebagai kekayaan alam, tetapi juga dapat dipelajari, diteliti, dan dikembangkan menjadi inovasi bernilai tambah. Keterlibatan pelajar dalam penelitian menjadi langkah penting untuk mengenalkan kekayaan hayati daerah sejak dini," katanya, Minggu, 18 Oktober 2026.

Menurutnya, sekolah dan pemerintah daerah perlu memberikan ruang serta dukungan bagi kegiatan penelitian, sehingga kreativitas pelajar dapat berkembang secara optimal. 

"Pembinaan yang berkelanjutan juga diperlukan agar ide-ide penelitian memiliki kesempatan untuk dikembangkan lebih jauh dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kelayakan, dan manfaatnya," tambahnya.

Ia berharap prestasi di ajang internasional tersebut dapat mendorong semakin banyak pelajar di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah untuk menggali potensi tanaman lokal melalui riset. 

"Dengan demikian, kekayaan alam daerah tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga sumber pengetahuan dan inovasi bagi generasi mendatang," pungkasnya. (MARINI/H)