BORNEONEWS, Brussels – Uni Eropa mengecam serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang turut menargetkan kendaraan diplomatik milik perwakilan sejumlah negara Eropa di kawasan Ramallah.
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, menegaskan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.
Ia juga mendesak langkah efektif untuk mencegah berlanjutnya kekerasan dan pelecehan terhadap warga Palestina, termasuk selama musim panen zaitun dan terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut.
Kallas meminta otoritas Israel mematuhi hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional.
Uni Eropa juga kembali mendesak penghentian ekspansi permukiman di wilayah pendudukan.
Serangan terhadap diplomat terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Desa Taybeh, sebelah timur Ramallah.
Sekelompok pemukim disebut menyerang kendaraan diplomatik ketika delegasi dari sejumlah misi Eropa hendak meninggalkan desa tersebut.
Para pelaku dilaporkan mengenakan penutup wajah dan membawa tongkat saat melakukan serangan.
Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran terhadap meningkatnya kekerasan pemukim di Tepi Barat dan risiko terhadap warga sipil maupun perwakilan diplomatik.
ANTARA









