SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Minggu petang, 18 Oktober 2026, masih menjadi tanda tanya. Sehari setelah kejadian, sejumlah warga menemukan serpihan yang diduga berkaitan dengan suara tersebut.

Dentuman dilaporkan terdengar sekitar pukul 17.39 WIB di beberapa kecamatan, di antaranya Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang, dan Baamang.

Suara yang terdengar hampir bersamaan itu membuat warga penasaran karena sumbernya belum diketahui. Sejumlah video yang beredar di masyarakat juga memunculkan dugaan bahwa suara tersebut berkaitan dengan benda dari angkasa yang jatuh.

Ahmad, salah seorang warga Sampit, mengaku mendengar dentuman tersebut bersama keluarganya. Awalnya, ia mengira suara itu berasal dari guntur.

Pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, informasi mengenai temuan serpihan di Agro Bukit KM 26 oleh sejumlah warga mulai beredar. Sebagian warga menduga serpihan itu berkaitan dengan dentuman yang terdengar sehari sebelumnya.

Pada serpihan yang ditemukan tersebut terdapat kode bertuliskan 27QE31-20-15 240256KY. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai asal-usul benda tersebut maupun hubungannya dengan suara dentuman.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan informasi mengenai dentuman tersebut karena masih melakukan pendalaman.

"Kami belum bisa memastikan informasinya, tersebut masih kami dalami, nanti akan kami sampaikan updatenya," ujarnya, Senin, 19 Oktober 2026.

Terkait dugaan hubungan antara suara dentuman dan serpihan yang ditemukan warga, Mulyono menyatakan akan meminta informasi dari otoritas terkait.

"Coba kami tanya ke otoritas terkait," tandasnya.

Hingga saat ini, sumber suara dentuman maupun identitas serpihan yang ditemukan warga belum dapat dipastikan. (DEWI PATMALASARI/j)