BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penerbangan reguler Batik Air dan NAM Air dari dan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dihentikan sementara hingga 20 Oktober 2026 akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, Senin, 19 Oktober 2026 menjelaskan kedua maskapai tersebut mengajukan pembatalan penerbangan atau cancel flight karena kondisi kabut asap yang mengganggu keselamatan penerbangan.
"Untuk sementara Bandar Udara Iskandar tetap buka melaksanakan kegiatan operasional untuk administrasi dan standby, namun untuk sementara tidak ada kegiatan operasional penerbangan reguler dengan maskapai Batik Air dan NAM Air," jelas Asri Alie.
Asri Alie menyampaikan, kedua maskapai mengajukan pembatalan penerbangan dengan alasan force majeure atau keadaan di luar kendali, yakni kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara menurun.
Berdasarkan informasi sementara, Batik Air dan NAM Air tidak beroperasi hingga 20 Oktober 2026. Penghentian tersebut berkaitan dengan kondisi jarak pandang yang belum mendukung pelaksanaan penerbangan secara aman.
Asri Alie menyebutkan, selama sepekan terakhir tidak ada penerbangan reguler yang beroperasi di Bandara Iskandar. Kondisi tersebut berdampak terhadap konektivitas udara dari dan menuju Pangkalan Bun.
Penghentian sementara penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan. Jarak pandang yang rendah akibat kabut asap menjadi kendala utama dalam pelaksanaan operasional penerbangan.
Meski penerbangan reguler dihentikan, Bandara Iskandar tetap buka untuk kegiatan administrasi dan kesiapsiagaan operasional. Dengan demikian, penghentian sementara tersebut tidak berarti seluruh aktivitas bandara ditutup.
Asri Alie menjelaskan, informasi mengenai operasional penerbangan masih bersifat sementara. Pihaknya akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila terdapat perubahan jadwal atau perpanjangan pembatalan penerbangan.
"Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat dari atau menuju Pangkalan Bun perlu memperhatikan informasi terbaru mengenai operasional maskapai, terutama selama kondisi kabut asap masih mengganggu jarak pandang di bandara," jelas Asri Alie. (WAHYU KRIDA/j)









