JAKARTA –

BORNEONEWS, Kairo – Liga Arab menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan keutuhan wilayah dan kemerdekaan Palestina, termasuk memastikan Jalur Gaza tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari negara Palestina yang berdaulat.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy mengatakan organisasi tersebut bersama negara anggota dan mitra akan terus mendorong dukungan kemanusiaan, politik, serta hukum bagi rakyat Palestina.

Pernyataan Fahmy disampaikan melalui Asisten Sekretaris Jenderal sekaligus Kepala Sektor Palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki, Duta Besar Faed Mustafa, dalam kegiatan di Sekretariat Jenderal Liga Arab di Kairo.

Menurut Fahmy, Liga Arab akan terus mendorong pelaksanaan resolusi berdasarkan legitimasi internasional dan memastikan masa depan Gaza tetap berada dalam kerangka negara Palestina.

Ia juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.

Mengutip data medis Palestina, Fahmy menyebut jumlah korban tewas telah melampaui 74.000 orang, termasuk lebih dari 21.000 anak-anak.

Ia juga mengatakan lebih dari 35.000 perempuan dilaporkan tewas atau terluka sejak Oktober 2023.

Keterbatasan akses terhadap air, makanan, obat-obatan, dan semakin sempitnya zona aman disebut terus memperburuk kondisi warga sipil.

Liga Arab mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan, termasuk pasokan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar.

Jaringan air, sanitasi, dan layanan dasar juga diminta segera dipulihkan sebagai bagian dari upaya pemulihan kehidupan warga.

Fahmy menilai keberlanjutan kehadiran militer Israel dan perluasan kendali di sejumlah wilayah Gaza turut membatasi ruang gerak warga sipil.

Ia menegaskan gencatan senjata perlu dikonsolidasikan, penarikan pasukan dilakukan sesuai kesepakatan, dan otoritas Palestina diberi ruang menjalankan perannya di Gaza.

Menurut Fahmy, perdamaian yang adil membutuhkan jalur politik yang jelas untuk mengakhiri pendudukan dan menjamin hak rakyat Palestina menentukan nasib sendiri.

Liga Arab kembali mendorong pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai resolusi internasional dan Prakarsa Perdamaian Arab.

ANTARA