BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Hujan dengan intensitas ringan mengguyur wilayah Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Senin siang, 19 Oktober 2026. Hujan berlangsung singkat, terutama di wilayah Tajepan dan Palingkau.
Wardi, warga setempat, mengatakan hujan yang turun di Palingkau hanya berlangsung beberapa menit. Meski singkat, turunnya hujan menjadi kabar yang diharapkan membawa perubahan di tengah kemarau yang masih melanda wilayah tersebut.
"Hanya beberapa menit saja di Palingkau," ucap Wardi.
Hujan tersebut memberi harapan bagi warga, mengingat Kapuas Murung merupakan salah satu wilayah yang kerap mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya, laporan penanganan kebakaran di wilayah ini juga beberapa kali muncul selama periode kemarau.
Wardi berharap hujan yang turun dapat menjadi pertanda bahwa musim penghujan segera tiba. Namun, hujan singkat tersebut belum cukup untuk memastikan perubahan musim telah berlangsung.
"Semoga menjadi pertanda awal musim hujan," tambahnya.
Sebelumnya, BMKG Palangka Raya memprediksi wilayah Kapuas bagian selatan akan memasuki musim penghujan pada pertengahan November 2026.
Dengan demikian, hujan yang mengguyur Tajepan dan Palingkau pada Senin siang menjadi harapan di tengah kemarau, meski awal musim penghujan masih diperkirakan beberapa pekan mendatang. (SABRIANOOR/H)









