BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Pemadaman dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim gabungan dari Polres Kobar, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta sejumlah instansi terkait.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah api meluas dan melindungi ekosistem hutan serta habitat satwa liar di kawasan konservasi tersebut.
Kekuatan personel di lapangan juga diperkuat dengan kedatangan 40 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimobda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipimpin Danyon A Pelopor Brimobda NTB, Kompol Supriyono.
Dalam operasi tersebut, Kapolres Kobar turun langsung bersama personel di garis depan. Ia turut memegang selang air untuk membantu memadamkan api yang membakar kawasan lahan gambut.
AKBP Joko Handono menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan gambut, vegetasi hutan yang tebal, serta embusan angin yang berubah-ubah.
Kondisi tersebut membuat api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di permukaan telah padam.
“Kehadiran kami di lokasi untuk memastikan koordinasi taktis antarsatuan berjalan cepat, efektif, dan tuntas. Karhutla di lahan gambut memerlukan penanganan khusus berupa pemadaman mendalam serta pembasahan berkala agar titik api benar-benar padam hingga ke dasar, dan tidak memicu kebakaran baru,” tegas Joko Handono, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurutnya, penanganan karhutla di kawasan gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan.
Petugas juga harus melakukan pembasahan atau pendinginan secara berulang untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Karena itu personel gabungan bersama tim BKO Brimob NTB terus melakukan pemadaman dan pendinginan guna melokalisasi perambatan api di kawasan tersebut.
Sinergi antarlembaga dalam operasi darat ini diharapkan mampu menekan perluasan kebakaran, mengurangi sebaran asap, serta melindungi kelestarian kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi habitat berbagai satwa liar.
Upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan agar titik api dapat dikendalikan dan risiko kebakaran susulan di kawasan konservasi tersebut dapat diminimalkan. (DANANG/R)









