TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pencarian Risnayati (51), warga Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, belum membuahkan hasil hingga hari keempat, Senin, 19 Oktober 2026. Tim gabungan terus menyisir jalan setapak dan hutan belantara untuk menemukan perempuan yang dilaporkan hilang sejak Jumat, 16 Oktober 2026 tersebut.

Upaya pencarian berlangsung sejak pagi hingga malam. Namun, medan yang sulit dan hujan lebat kembali menjadi kendala bagi personel di lapangan. Setelah melakukan penyisiran selama lebih dari 14 jam, tim akhirnya menghentikan sementara operasi pencarian sekitar pukul 22.00 WIB.

Kepala Desa Simpang Naneng, Sanding, mengatakan pencarian dimulai pukul 07.30 WIB dengan menyusuri sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan Risnayati.

“Pada hari ini memasuki hari keempat, tim pencarian Saudari Risnayati masih dilakukan sejak pukul 07.30 WIB dan diakhiri pada pukul 22.00 WIB dengan melakukan penyusuran jalan setapak dan hutan belantara yang diduga menjadi titik lokasi beliau berada, namun masih belum membuahkan hasil,” ungkap Sanding.

Pencarian tersebut melibatkan personel Yonif TP 924/Uria Mapas, Polsubsektor Paku, BPBD Damkar, Posko Karhutla Karusen Janang, relawan serta keluarga Risnayati. Seluruh unsur bekerja sama untuk memperluas penyisiran sekaligus mencari petunjuk yang dapat mengungkap keberadaan perempuan tersebut.

Sanding menjelaskan, penghentian sementara pencarian dilakukan karena hujan lebat membuat kegiatan penyisiran tidak lagi efektif. Selain mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel, jeda tersebut diperlukan agar anggota tim dapat beristirahat dan menjaga kondisi kesehatan sebelum kembali melanjutkan operasi.

“Pencarian sementara dihentikan karena suasana hujan lebat sehingga tidak efektif untuk melakukan pencarian dan memberi waktu untuk tim agar kesehatan masih terjaga,” jelasnya.

Meski belum menemukan hasil, tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan pencarian pada Selasa, 20 Oktober 2026. Operasi tersebut akan memasuki hari kelima dengan harapan muncul petunjuk baru yang dapat mempersempit area pencarian.

“Pencarian akan dilanjutkan besok hari Selasa tanggal 20 Oktober 2026 dan memasuki hari kelima. Semoga yang bersangkutan bisa cepat ditemukan,” kata Sanding.

Sebelumnya, Risnayati dilaporkan hilang pada Jumat, 16 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan awal Sanding, perempuan berusia 51 tahun tiga bulan itu terakhir terlihat duduk di kursi depan rumahnya sebelum diperkirakan meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB.

Sanding menerima laporan mengenai kehilangan tersebut sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama. Saat itu, Risnayati disebut sedang dalam kondisi sedikit kurang sehat. Sejak menerima laporan, upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat.

Pada hari kedua, Sabtu, 17 Oktober 2026, tim gabungan menyisir kawasan Sungai Karusen dan Sungai Amungen. Petugas juga menelusuri sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat Risnayati beristirahat. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pencarian berlanjut pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan melibatkan personel TNI, kepolisian, petugas pemadam kebakaran, relawan dan masyarakat. Memasuki hari keempat, penyisiran diperluas ke jalan setapak dan kawasan hutan belantara.

Hingga pencarian dihentikan sementara pada Senin malam, keberadaan Risnayati masih belum diketahui. Tim gabungan akan kembali melanjutkan upaya pencarian pada hari kelima dengan tetap memperhatikan kondisi medan, cuaca dan keselamatan seluruh personel yang bertugas. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)