BORNEONEWS, Palangka Raya – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah terus dipercepat di tengah masih adanya ratusan hektare lahan yang masuk proses pemadaman.
Data Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menyebut, hingga 13 Oktober 2026, lahan gambut yang masih dalam proses pemadaman mencapai 7,8 hektare. Sementara pada lahan mineral tercatat 513,89 hektare.
Lahan mineral tersebut termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat dan wilayah Seruyan.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan percepatan penanganan membutuhkan koordinasi lintas instansi, terutama untuk memastikan kebutuhan personel, peralatan dan logistik dapat segera dipenuhi.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat dari seluruh unsur. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah penanganan dilaksanakan secara terpadu, berdasarkan kondisi aktual di lapangan, serta didukung dengan data dan informasi yang akurat,” kata Kristomei, Selasa, 20 Oktober 2026.
Untuk melihat kebutuhan lapangan, Kristomei bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau.
Menurut BNPB, prioritas saat ini adalah mempercepat pengendalian titik api sekaligus memastikan dukungan dari pemerintah pusat dapat segera digerakkan ketika ditemukan kendala di daerah.
Selain pemadaman darat, operasi udara juga masih dilakukan melalui water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca.
Tim satgas udara di Kalteng tercatat menjalankan enam sorti water bombing dan dua sorti OMC.
BNPB menyebut satu helikopter water bombing rata-rata mampu membantu pemadaman sekitar 3 hingga 5 hektare, bergantung kondisi lapangan.
Sementara capaian pemadaman terhadap lahan yang baru terbakar setiap harinya disebut rata-rata berada di atas 80 persen dari luas kebakaran harian.
Penanganan melibatkan BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD dan instansi terkait lainnya.
Kristomei mengatakan penguatan komando diperlukan agar pengerahan personel maupun sarana dapat disesuaikan dengan perkembangan kebakaran di lapangan.
“Melalui komando terpadu yang melibatkan BNPB, TNI, Polri, BMKG, serta BPBD, pemerintah terus memperkuat efektivitas operasi lapangan demi menanggulangi eskalasi karhutla di Kalimantan Tengah secara tuntas,” ujarnya.
ANTARA









