BORNEONEWS, Jakarta – Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah telah dilakukan sebanyak 48 sorti sejak 26 Agustus 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan operasi tersebut menggunakan total 43.800 kilogram bahan semai natrium klorida atau NaCl.
Selama pelaksanaan OMC, volume curah hujan yang dihasilkan disebut mencapai 67,45 juta meter kubik.
Selain penyemaian NaCl, operasi di Kalteng juga mendapat dukungan dari posko Kalimantan Selatan karena kendala jarak pandang.
Dukungan tersebut mulai dilakukan pada 18 Oktober 2026 melalui dua sorti dengan penggunaan 800 kilogram dry ice dan 800 kilogram NaCl.
“Sekarang kita coba pakai dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan. Baru dihantam pakai OMC NaCl. Alhamdulillah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai turun hujan,” kata Prasetyo, Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan lapangan, hujan telah terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.
OMC intensif saat ini juga dilakukan di tiga provinsi lain yang terdampak karhutla, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Di Sumatera Selatan, operasi sejak 16 Oktober telah dilakukan delapan sorti dengan 1.600 kilogram NaCl dan 4.000 kilogram dry ice.
Sementara di Kalimantan Selatan, sejak 10 Oktober telah dilakukan 23 sorti dengan 23.000 kilogram NaCl. Adapun Kalimantan Barat telah menjalankan 107 sorti sejak 22 Agustus dengan 98.800 kilogram NaCl.
Prasetyo mengatakan pemerintah masih terus mengupayakan berbagai metode untuk mempercepat penanganan karhutla.
“Kita semua berusaha sekeras kerasnya, semua dilakukan,” ujarnya. (*/J)









