BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, mulai dari pemadaman hingga pelayanan bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Tim Baznas Tanggap Bencana dikerahkan antara lain ke Jalan Alson 3 di Palangka Raya dan sejumlah lokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad mengatakan penanganan tidak hanya difokuskan pada api.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” kata Idy, Selasa, 20 Oktober 2026.
Di Kotawaringin Timur, bantuan makanan siap saji dan multivitamin disalurkan di wilayah Samuda.
Sementara di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, bantuan serupa diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Raja.
Masker juga didistribusikan ke sejumlah permukiman, sekolah, dan pondok pesantren sebagai perlindungan awal terhadap paparan kabut asap.
Selain itu, bantuan air bersih disalurkan pada sejumlah titik, termasuk di Kalimantan Tengah.
Baznas juga tengah menyiapkan operasional Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
Secara nasional, sebanyak 51 personel Baznas Tanggap Bencana dikerahkan dengan dukungan satu mobil rescue, tujuh kendaraan operasional, dan dua sepeda motor.
Tim tersebut menangani karhutla di 12 titik yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Baznas juga mendirikan 13 layanan dapur air yang menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan pemadaman.
“Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar petugas dan relawan tetap terpenuhi selama proses pemadaman. Dukungan ini penting agar mereka dapat menjalankan tugas di lapangan,” ujar Idy.
Penanganan karhutla oleh Baznas disebut telah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di masing-masing daerah. (*/j)









