BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pencarian Risnayati (51), warga Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, belum membuahkan hasil hingga hari kelima, Selasa, 20 Oktober 2026.
Setelah menyisir sejumlah wilayah sejak pagi hingga malam, tim gabungan menghentikan pencarian pada pukul 21.30 WIB akibat hujan lebat. Pada pencarian berikutnya, tim berencana memperluas jangkauan penyisiran hingga 1,5 kilometer ke arah utara dan selatan dari rumah keluarga Risnayati.
Kepala Desa Simpang Naneng, Sanding, mengatakan tim belum menemukan titik terang mengenai keberadaan perempuan berusia 51 tahun tersebut. Meski pencarian berlangsung lebih intensif, keberadaan Risnayati masih belum diketahui.
“Untuk perkembangan mengenai proses pencarian pada hari kelima atas hilangnya Saudari Risnayati warga Desa Simpang Naneng masih belum menemui titik terang tentang keberadaannya,” ungkapnya.
Dalam pencarian hari kelima, tim menerapkan pemetaan wilayah untuk memastikan lokasi yang telah diperiksa dapat terdata dengan baik. Setiap personel juga diminta melaporkan area yang telah dilalui serta segera menyampaikan temuan apabila melihat tanda mencurigakan atau menemukan barang yang diduga milik Risnayati.
“Pencarian dilakukan lebih intensif dengan pemetaan areal pencarian dan diharapkan kepada semua tim melaporkan setiap wilayah yang telah dilewati apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan atau menemukan barang yang diduga milik yang bersangkutan supaya memudahkan proses pencarian,” jelas Sanding.
Tim berupaya memaksimalkan waktu pencarian hingga malam hari. Namun, hujan kembali mengguyur Desa Simpang Naneng sehingga kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan penyisiran. Kegiatan akhirnya dihentikan sementara pada pukul 21.30 WIB.
Untuk pencarian selanjutnya, tim akan menyisir kembali titik-titik yang belum dilalui dan memperluas jangkauan hingga 1,5 kilometer ke arah utara dan selatan dari rumah keluarga Risnayati. Strategi ini diharapkan dapat menjangkau area yang belum diperiksa dan membuka peluang ditemukannya petunjuk baru.
Risnayati dilaporkan hilang pada Jumat, 16 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan awal Kepala Desa Simpang Naneng, ia terakhir terlihat duduk di kursi depan rumahnya sebelum diperkirakan meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Sanding menerima laporan kehilangan sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama. Saat itu, Risnayati disebut sedang dalam kondisi sedikit kurang sehat.
Pada hari kedua pencarian, Sabtu, 17 Oktober 2026, tim gabungan menyisir sepanjang Sungai Karusen dan Sungai Amungen serta melacak sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat Risnayati beristirahat. Pencarian berlanjut pada Minggu dan Senin dengan melibatkan aparat, relawan, keluarga serta masyarakat. Pada hari keempat, tim menyusuri jalan setapak dan hutan belantara hingga malam, tetapi belum menemukan keberadaan perempuan tersebut.
Setelah lima hari pencarian tanpa hasil, keluarga dan masyarakat masih berharap Risnayati segera ditemukan dalam keadaan selamat. Tim gabungan akan melanjutkan upaya dengan memeriksa titik-titik yang belum dilalui serta memperluas wilayah penyisiran agar pencarian semakin terarah. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









