BORNEONEWS, Puruk Cahu – Sebanyak 18 gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Murung Raya telah selesai dibangun, tetapi belum seluruhnya beroperasi.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan verifikasi faktual dan menyiapkan pengurus agar gerai dapat segera menjalankan kegiatan usaha.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Murung Raya Roy Chahyadi mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting sebelum koperasi mulai beroperasi.
“Melalui pelatihan ini, para pengurus dibekali pemahaman manajemen agar siap mengoperasikan gerai secara optimal,” kata Roy, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, pembangunan fisik seluruh gerai telah mencapai 100 persen. Tahap berikutnya adalah memastikan tata kelola, kesiapan administrasi, serta model usaha yang dijalankan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati Murung Raya Heriyus mengatakan pengelolaan koperasi tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan bangunan dan modal, tetapi juga membutuhkan pengurus yang mampu mengikuti perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.
“Di era ekonomi saat ini bergerak cepat, berbasis digital, dan penuh persaingan. Oleh karena itu, pengurus koperasi maupun pelaku UMKM dituntut untuk adaptif dan profesional,” ujarnya.
Selain menyiapkan pengurus koperasi, Pemkab Murung Raya juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan pemasaran digital.
Upaya tersebut diarahkan agar koperasi desa tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga dapat membuka ruang pemasaran bagi produk lokal dan usaha masyarakat.
Pemerintah daerah berharap percepatan operasional 18 gerai tersebut dapat segera memberi dampak terhadap perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. (*/j)









