BORNEONEWS, Palangka Raya – Seorang pedagang batagor bernama Supardi (59) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar barak di Jalan Bumarak, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Selasa, 20 Oktober 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban diketahui tinggal seorang diri di kamar tersebut dan disebut warga sudah tidak terlihat beraktivitas selama sekitar tiga hari.
Penemuan berawal ketika salah satu penghuni barak, Saudah (36), mencium bau tidak sedap dari arah koridor sekitar pukul 16.00 WIB.
“Awalnya saya kira bau bangkai tikus karena sudah tercium beberapa hari. Tapi karena baunya makin menyengat, saya tanya ke penghuni lain dan ternyata mereka juga menciumnya,” kata Saudah, Selasa malam.
Warga kemudian menelusuri sumber bau hingga mengarah ke kamar Supardi.
Pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada respons ketika korban dipanggil.
Saudah kemudian meminta bantuan Muhammad Nazwa (19), penghuni lainnya, untuk membuka pintu.
“Suasana di luar sudah ramai warga berkumpul. Karena pintu kamar terkunci dari dalam dan dipanggil tidak ada respons, saya bantu dobrak pintunya atas permintaan Bu Saudah,” ujar Nazwa.
Setelah pintu terbuka, penghuni barak lainnya, Aditya Alif Yahya (23), masuk ke dalam kamar dan mendapati Supardi sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan warga, korban sehari-hari berjualan batagor di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan RTA Milono.
Supardi disebut tinggal seorang diri, sementara istri dan anak-anaknya berada di Jawa.
Warga terakhir kali melihat korban beraktivitas pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Polsek Pahandut kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal.
Jenazah dievakuasi Tim Emergency Response Palangka Raya ke Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab kematian Supardi belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis. (PATHUR/j)









