BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah modal 50 eksemplar buku pinjaman dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kotawaringin Barat (Kobar) pertengahan tahun 2015, Bripka Dwi Gatot Asmoro anggota Babinkamtibmas Polsek Arsel kembali bergerak.

"Di mana ada kumpulan masyarakat, pasti saya datangi. Mulai dari warung kopi, tempat nongkrong masyarakat hingga pangkalan ojek. Memang awalnya masyarakat terkesan enggan untuk membaca," ujarnya, Rabu (18/1/2017).

Tidak kurang akal, ia menggunakan trik sales agar masyarakat mau membaca buku. "Contohnya saat saya mendekati para tukang ojek di pangkalannya. Saat saya katakan saya punya buku untuk dibaca, mereka malah berkata kami sudah tua dan malas untuk baca. Tetapi saya jawab saya punya buku bagus. Ada buku teknik bertanam cabai, buku budidaya udang dan buku beternak kelinci. Eh ternyata tukang ojek tersebut malah berminat, karena di rumahnya ia memelihara kelinci," ujar Gatot.

Pemilihan buku yang dikeluarkan dari bagasi motor operasional Babinkamtibmas juga merupakan trik agar masyarakat berminat untuk baca buku.

"Bila saya datang ke karang taruna yang isinya anak muda untuk menawarkan bacaan gratis, buku yang pertama kali saya keluarkan adalah buku teknik perakitan komputer atau buku teknik mesin. Pokoknya cocok dengan anak muda. Sedangkan bila saya bertemu tokoh masyarakat dan agama, maka buku yang pertama dikeluarkan adalah buku tentang keagamaan. Alhamdulillah cara ini efektif menarik minat masyarakat," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)