BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ferrero Group, produsen selai bermerek Nutella, menegaskan produk mereka aman dikonsumsi karena bahan baku yang dipakai dan proses pengolahannya sudah melalui standar keamanan.

"Aspek kesehatan dan keselamatan konsumen adalah hal absolut dan prioritas utama Ferrero, dan kami memastikan produk-produk buatan Ferrero aman dikonsumsi," kata Ferrero Group dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir New Straits Times.

"EFSA telah menganalisis keberadaan kontaminan di banyak produk, dan minyak yang disebut mengandung kontaminan tergantung pada jenis minyak dan lemak yang digunakan, selain juga proses pengolahannya," tegas Ferrero seraya menyebutkan bahwa segala proses pengolahan Nutella dan produk lainnya sudah sesuai dengan standar yang diterapkan EFSA.

Ferrero juga mengatakan tim kendali mutu selalu memonitor berbagai faktor, terutama terkait dengan keamanan produk, dan menjamin keamanan makanan produk bagi konsumen.

Di Eropa dan beberapa negara lain di dunia, termasuk Indonesia, Nutella sangat kondang sebagai produk selai. Secara global, Nutella terjual setiap 2,5 detik sekali.

Sebelumnya, badan pengawas keamanan makanan Eropa (EFSA) menyebutkan sawit berpotensi mengandung kontaminan karsinogenik, yang merupakan pemicu kanker.

Potensi itu muncul ketika minyak nabati yang berasal dari sawit diolah dengan suhu melebihi 200 derajat Celcius. Untuk itu, EFSA merekomendasikan konsumen untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung minyak nabati sawit.

Senyawa kimia glycidyl fatty acid esters (GE) dan 3-monochloropropanediol (3-MCPD) yang dituding sebagai pemicu kanker, sebenarnya terkandung di semua jenis minyak nabati, termasuk minyak zaitun, dan senyawa ini tak terbukti sebagai pemicu kanker. (NEDELYA RAMADHANI/m)